Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie
<p>Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam diterbitkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani, Tangerang. Bidang kajian jurnal ini mencakup: konsep dan pemikiran ekonomi Islam, manajemen zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (Ziswaf), akuntansi syariah, ekonomi kelembagaan Islam, manajemen ekonomi Islam, hukum muamalah kontemporer, hukum Islam, pemikiran hukum Islam, dan lainnya.</p> <p> </p>STAI Binamadanien-USSyarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam2088-5741UPAH TERHADAP TENAGA PEKERJA DALAM SISTEM OUTSOURCING PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/727
<p>Artikel ini bertujuan untuk mengulas mengenai upah terhadap sistem kerja <em>outsourcing</em> di PT Swakary Insan Mandiri, banyak pekerja atau karyawan merasa upah yang dibayarkan adalah tidak maksimal, mayoritas perusahaan outsourcing tidak transparan mengenai besaran pembayaran upah atau gaji serta hak karyawan tidak sesuai dengan regulasi outsourcing yang berlaku sehingga banyak aturan yang tumpang tindih bagi karyawan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun sumber data diperoleh dari dua sumber yaitu data primer diperoleh dengan wawancara dan data sekunder diperoleh dari beberapa literatur pustaka. Selanjutnya, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga data dapat dianalisis dengan melihat sistem pengupahan <em>outsourcing</em> serta regulasi kerja pada karyawan PT. Swakarya Insan Mandiri dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Swakarya Insan Mandiri telah memberikan upah kepada karyawan <em>outsourcing</em> secara tepat waktu dan menetapkan upah sesuai standar upah minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sesuai dengan perjanjian. Namun, praktik pengupahan <em>outsourcing</em> pada karyawan di PT. Swakarya Insan Mandiri belum sepenuhnya memenuhi karakteristik ekonomi Islam. Karena belum menunjukkan nilai keadilan dan kejujuran dengan transparan terhadap komponen upah yang diberikan kepada karyawan <em>outsourcing</em>. Dalam regulasi sudah sesuai dengan nilai keislaman karena tidak membedakan baik pekerja lama maupun pekerja yang baru.</p>Hafiz Novregy BerlianInti Ulfi Sholichah
##submission.copyrightStatement##
2025-02-182025-02-188111110.51476/syarie.v8i1.727EVALUASI PROGRAM PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF PADA MUSTAHIK DI BAITULMAAL MUAMALAT DKI JAKARTA
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/728
<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan program zakat produktif yang dikelola Baitulmaal Muamalat (BMM) di DKI Jakarta, khususnya melalui studi kasus Cahaya Food Court yang berlokasi di Bambu Apus, Jakarta Timur. Dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dan analisis SWOT, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program dalam memberdayakan mustahik (penerima zakat) dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Hasilnya menunjukkan bahwa, dari sudut pandang kontekstual, seleksi dan identifikasi penerima manfaat telah dilaksanakan dengan baik. Masukan program, khususnya dukungan hukum dan keahlian yang diberikan, sudah memadai, meskipun terdapat tantangan dalam akses penerima manfaat terhadap pasar online. Evaluasi proses ini menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan survei dasar, namun menyoroti perlunya peningkatan pemahaman di kalangan penerima manfaat dengan latar belakang pendidikan yang lebih rendah. Aspek produk menunjukkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi penerima manfaat, berkat pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan dengan pemangku kepentingan terkait. Analisis SWOT menunjukkan bahwa food court berada dalam posisi yang menguntungkan, memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal untuk memitigasi kelemahan. Rekomendasinya mencakup strategi perluasan pasar, seperti menyelenggarakan acara bazar dan menciptakan produk khas yang unik untuk meningkatkan daya tarik pasar food court. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana program zakat produktif dapat dioptimalkan untuk menopang pemberdayaan mustahik dalam jangka panjang, memberikan wawasan untuk inisiatif serupa di masa depan.</p>Ramadhan RamadhanMohammad Lutfi
##submission.copyrightStatement##
2025-02-182025-02-1881122210.51476/syarie.v8i1.728PENERAPAN CSR DI PT. KIMIA FARMA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI PEGAWAI
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/720
<p>Penelitian ini membahas tentang penerapan <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi bagi pegawai yang dilaksanakan oleh PT Kimia Farma Apotek unit bisnis Tangerang. Dalam pandangan Islam, <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) adalah bagian dari perwujudan ibadah seorang hamba kepada Allah Swt karena dapat digolongkan perbuatan terpuji dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain serta kebermanfaatan kepada orang banyak sebagaimana yang tercantum dalam al-Quran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan dengan pendekatan studi kasus pada PT Kimia Farma Apotek unit bisnis Tangerang. Adapun sumber data diperoleh dari data primer berupa wawancara dan data sekunder bersumber data literatur seperti buku, jurnal, dokumen, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) di PT Kimia Farma Unit Bisnis Tangerang adalah wujud kepedulian sosial yang dilaksanakan oleh perusahaan kepada pegawai. Walaupun secara ekonomi tidak signifikan, pemberian bantuan sosial ini berdampak positif dan dapat dirasakan kebermanfaatannya. Pemberian bantuan sosial yang dilakukan oleh manajemen PT Kimia Farma Apotek unit bisnis Tangerang dapat mendorong pegawai untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja serta rasa memiliki pada perusahaan yang pada akhirnya keharmonisan antara perusahaan dengan pegawai akan tercipta.</p>Mashuri MashuriMariya Ulpah
##submission.copyrightStatement##
2025-02-182025-02-1881233210.51476/syarie.v8i1.720ANALISIS FATWA DSN MUI No. 110/DSN-MUI/IX/2017 TENTANG AKAD JUAL BELI TERHADAP PENGEMBALIAN BARANG DENGAN UANG TUNAI DALAM PAKET
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/746
<p>Penelitian ini membahas mengenai analisis fatwa DSN MUI No.110/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad jual beli terhadap pengembalian barang dengan uang tunai di dalam paket. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui prosedur pengembalian barang dengan benar pada <em>marketplace shopee</em> dan untuk mengetahui penjelasan fatwa terkait dengan pengembalian barang dengan uang tunai di dalam paket pada proses jual beli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, dengan bersumber dari data primer berupa hasil wawancara dengan pengguna <em>marketplace shopee</em> dan didukung sumber data sekunder yang mana sumbernya dari buku, jurnal, skripsi, surat kabar penelitian-penelitian lainnya. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara, metode analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembalian barang berupa uang di dalam paket pada <em>marketplace shopee </em>dalam ketentuan fatwa DSN MUI No.110/DSN-MUI/IX/2017 menyatakan jika setiap akad jual beli haruslah memenuhi rukun dan syaratnya, maka hal ini menunjukkan tidak terpenuhinya ketentuan pada <em>shigat al-’aqad</em> bahwa akad jual beli harus di nyatakan jelas dan dapat di mengerti namun pada praktiknya pembeli tidak mendapatkan kejelasan mengenai informasi pemberian barang dan pada <em>Mutsman/ Mabi’</em> harus berwujud, pasti/ tentu dan dapat diserahterimakan pada saat akad jual beli dilakukan. Namun pada praktiknya barang yang diterima oleh pembeli tidak sesuai yakni pembeli menerima uang di dalam paket. Dapat disimpulan bahwa masih ditemukan adanya penjual yang tidak mengikuti aturan tentang syarat ketentuan dan kebijakan permohonan pengembalian dana atau barang pada <em>marketplace shopee, </em>terkait pengembalian barang dengan uang tunai di dalam paket tidak memenuhi rukun dan syarat jual beli serta tidak memenuhi ketentuan fatwa DSN MUI No.110/IX/2017 tentang akad jual beli.</p>Siti NurjanahNajikha Akhyati
##submission.copyrightStatement##
2025-02-212025-02-2181334310.51476/syarie.v8i1.746DAMPAK FATWA MUI NO. 83 TAHUN 2023 TERHADAP PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN PRODUK PRO ISRAEL
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/748
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang hukum dukungan terhadap perjuangan palestina dan dampaknya terhadap boikot produk pro Israel. Dalam fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina, pada diktum rekomendasi Nomor 3 bahwa umat Islam dihimbau semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan <em>library research </em>dengan metode ini, akan dapat ditemukan secara utuh dan masalah yang diteliti, yakni dampak fatwa MUI terhadap boikot pembelian produk pro Israel analisis fatwa MUI No. 83 tahun 2023 tentang hukum dukungan terhadap perjuangan palestina, sehingga hasil penelitian yang di dapat bersifat obyektif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Fatwa DSN MUI No. 38 Tahun 2023 tentang hukum dukungan terhadap perjuangan palestina sangat memberikan dampak terhadap perilaku konsumen untuk menghindari aksi boikot produk pro-Israel dapat memengaruhi prilaku konsumen, perdagangan, di mana perusahaan-perusahaan yang terkait Israel mungkin kehilangan pasar di Indonesia, yang bisa merugikan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dan berdampak pada diplomasi internasional. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peran fatwa MUI mempengaruhi prilaku kosumen dalam pembelian produk pro Israel, dengan adanya fatwa ini telah mendorong umat Muslim untuk mengambil sikap boikot dengan keyakinan yang lebih kuat.</p>Saputra SaputraSiti Sholihah
##submission.copyrightStatement##
2025-02-222025-02-2281445310.51476/syarie.v8i1.748PRAKTIK PEMENUHAN HAK AKSES KEAGAMAAN PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK BERDASARKAN KONSEP AHLIYYAH
https://stai-binamadani.e-journal.id/Syarie/article/view/749
<p>Tulisan ini bertujuan menjelaskan konsep <em>ahliyyah</em> yang digunakan sebagai dasar untuk memenuhi hak penyandang disabilitas sensorik pada ranah kewajiban keagamaan. Dalam kajian fiqih Islam, penyandang disabilitas sensorik dianggap memiliki hak untuk menjalankan kewajiban keagamaan, sama seperti mereka yang normal (tidak menyandang disabilitas). Penelitian ini berjenis <em>library research</em> dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil data-data dari buku, jurnal, kitab fiqih, dan lainnya yang memiliki korelasi dengan pembahasan. Tulisan ini menemukan bahwa konsep ahliyyah berimplikasi pada pemberian <em>rukhshah </em>(keringanan) terhadap penyandang disabilitas sensorik dalam menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Dalam implementasinya, <em>rukhshah </em>(keringanan) tersebut diwujudkan dalam bentuk mengakomodasi <em>masyaqqah </em>(kesulitan) yang dialami dan dengan memperluas kaedah <em>rukhshah</em> (keringanan) untuk mengakomodasi <em>al-hajjah </em>(kebutuhan) mereka. Aplikasi dari strategi ini menghasilkan kemampuan dan kecakapan penyandang tuna rungu untuk menjadi imam shalat dengan akses alat <em>gyroscope bracelet</em>, penyandang tuna netra dapat mengkaji Al-Qur'an dengan akses mushaf <em>Braille</em>, mampu pergi ke masjid dan mengikuti shalat berjamaah dengan akses GPS smartphone atau <em>guiding dog</em>, penyandang tuna wicara dapat berdakwah melalui penerjemah bahasa isyarat, penyandang tuna rungu-wicara dapat memperoleh pengetahuan agama dengan akses <em>running teks </em>khutbah, dan lainnya.</p>Ahmad Bahrul HikamMuh Anshori
##submission.copyrightStatement##
2025-03-082025-03-0881547410.51476/syarie.v8i1.749