NEGARA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI

  • Kholilurohman Kholilurohman DPK Pascasarjana PTIQ Jakarta
  • Zainal Arifin Pascasarjana PTIQ Jakarta

Abstract

Pemikiran Syeikh Nawawi terkait bela negara tidak sacara khusus tercermin dalam satu pembahasan, baik dalam karya tafsirnya maupun karyanya yang lain. Karya-karya Syeikh Nawawi tidak secara spesifik memuat tema bela negara, namun dapat kita temukan uraian terkait tema tersebut. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data primer penelitian adalah literatur kepustakaan, utamanya Tafsîr al-Munîr li Ma‘âlim al-Tanzîl al-Musammâ Marâḫ Labîd li Kashfi Ma’na al-Qur’ân al-Majîd. Data yang terkumpul dibahas secara mendalam dan dianalisis dengan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Syeikh Nawawi terhadap ayat-ayat bela Negara, setidaknya tercermin dalam tujuan akhir yang hendak dicapai oleh suatu negara, yaitu terwujudnya “baldah ṭayyibah”. Melihat terminologi yang menunjukkan makna “Negara” dalam al-Qur’an, setidaknya terdapat tujuh hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkan “Baldat ṭayyibah”, yaitu: keamanan, kemakmuran atau kesejahteraan, keimanan, keadilan, pemerataan, persatuan, iḫsân. Apabila ketujuh hal tersebut sudah terpenuhi, maka sebuah negara dapat dikatakan sebagai “Baldat ṭayyibah”. Sementara dalam tataran aplikatif, bela negara dapat diwujudkan dalam bentuk menjaga persatuan, cinta tanah air, patriotisme, pluralisme atau keberagaman, kebebasan atau kemerdekaan.

Published
2023-02-12
Section
Articles